KERANGKA ARSITEKTUR E-GOVERNMENT NASIONAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN TOGAF: MEWUJUDKAN LAYANAN PRIMA BERBASIS TIK

  • Albaar Rubhasy

Abstract

Banyak studi yang menyatakan bahwa TIK dapat meningkatkan kinerja dari suatu organisasi. Demikian
pula halnya dalam konteks penerapan TIK untuk pelayanan publik yang sudah menjadi tugas pokok dari
Pemerintah. Namun hingga saat ini, pemanfaatan TIK masih dirasakan kurang optimal. Permasalahan
yang secara langsung dapat dirasakan antara lain seperti: administrasi kependudukan yang masih
memerlukan waktu yang cukup lama (kepindahan penduduk), masih terjadinya duplikasi dalam
pencatatan kependudukan, pencatatan data kependudukan yang dilakukan secara berulang-ulang (KTP,
NPWP, PBB, Imigrasi, SKCK, dll.), dan masih banyak contoh lainnya yang berkaitan dengan pelayanan
publik. Hal tersebut tentunya tidak akan terjadi jika masing-masing sistem dapat berkomunikasi dan
saling berbagi data yang dibutuhkan. Akan tetapi untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya dibutuhkan
suatu arsitektur TIK yang komprehensif, yang dapat menjadi pedoman nasional dalam implementasi
TIK. Kerangka Arsitektur e-Government Nasional (KAeGN) ini disusun melalui pendekatan TOGAF
sebagai best practice dalam Enterprise Architecture. KAeGN bertujuan untuk mengoptimalkan
pemanfaatan TIK di seluruh institusi Pemerintah untuk mewujudkan pelayanan prima berbasis TIK.

Published
2017-04-12
How to Cite
RUBHASY, Albaar. KERANGKA ARSITEKTUR E-GOVERNMENT NASIONAL MENGGUNAKAN PENDEKATAN TOGAF: MEWUJUDKAN LAYANAN PRIMA BERBASIS TIK. Proceeding; Vocational Education in IT Polytechnic; Competitive Advantage in ICT, [S.l.], apr. 2017. ISSN 2087-1562. Available at: <http://journals.telkomuniversity.ac.id/aptikom/article/view/645>. Date accessed: 22 sep. 2017.