Sistem Informasi Geografis Pencegahan Wabah Demam Berdarah Dengan Pendekatan Medical Geography

  • Yus Sholva

Abstract

Penyakit demam berdarah termasuk salah satu penyakit yang sulit penanganannya, karena belum
ditemukan obatnya dan terjadinya wabah DB belum dapat diprediksi dengan tepat. Upaya pencegahan
seperti fogging, gerakan 3M, dan abatesasi belum dapat mencegah mewabahnya DB, karena itu
diperlukan pendekatan yang berbeda. Penelitian ini mengusulkan suatu pendekatan alternatif
pencegahan DB dengan cara memetakan kasus DB yang terjadi. Dengan pemetaan kasus DB ini, akan
dapat dianalisis data historis kasus DB sebelumnya, analisis penyebaran kasus DB dan pola
penyebarannya (jika ditemukan), serta tempat-tempat yang angka kejadian kasus DB cukup tinggi.
Pendekatan yang digunakan adalah medical geography yang pernah digunakan Dr. Jhon Snow tahun 1854
saat menanggulangi wabah kolera di Kota London dengan memetakan penderitanya. Hasil pemetaan
selanjutnya dianalisis untuk mengetahui hubungannya dengan kondisi lingkungan atau mengetahui pola
penderita berdasar rumah tinggalnya.Dengan cara yang sama kasus DB dipetakan berdasarkan
penderitanya untuk kemudian dianalisis.
Aplikasi sistem informasi geografis dikembangkan untuk memudahkan pengelolaan data. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasimampu menangani data historis kasus DB dalam bentuk peta,
menunjukkan pola penyebaran kasus DB (jika ada), membantu menganalisis pengaruh tindakan
pencegahan (terutama fogging) terhadap jumlah kasus DB serta membantu perencanaan tindakan
fogging selanjutnya. Hasil analisis sangat bergantung pada ketersediaan data penderita DB dari instansi
terkait.

Published
2017-04-12
How to Cite
SHOLVA, Yus. Sistem Informasi Geografis Pencegahan Wabah Demam Berdarah Dengan Pendekatan Medical Geography. Proceeding; Vocational Education in IT Polytechnic; Competitive Advantage in ICT, [S.l.], apr. 2017. ISSN 2087-1562. Available at: <http://journals.telkomuniversity.ac.id/aptikom/article/view/685>. Date accessed: 22 sep. 2017.