Implementasi dan Analisa Security Hardening pada Server Linux Menggunakan Ansible

subject Abstract

Otomatisasi proses hardening keamanan jaringan semakin penting dalam menghadapi ancaman siber yang kian kompleks dan dinamis. Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas otomatisasi menggunakan Ansible dibandingkan dengan metode manual dalam penerapan security hardening pada sistem operasi Linux Ubuntu. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi efisiensi waktu, konsistensi, dan kemudahan penerapan kebijakan keamanan antara kedua metode tersebut. Metode penelitian melibatkan tahapan identifikasi masalah, formulasi hipotesis, serta pengujian perbandingan waktu antara metode manual dan otomatis, disertai analisis hasil. Proses hardening dilakukan pada beberapa virtual machine (VM) dengan menggunakan Ansible playbook dan metode manual. Konfigurasi manual melibatkan penerapan pengaturan keamanan secara langsung melalui antarmuka sistem, sementara konfigurasi otomatis menggunakan Ansible menerapkan kebijakan keamanan secara serentak melalui playbook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ansible menyelesaikan tugas hardening secara signifikan lebih cepat, seperti konfigurasi firewall yang hanya memakan waktu 10 detik dan 92 milidetik, dibandingkan dengan metode manual yang memakan waktu 1 menit, 38 detik, dan 45 milidetik. Meski setup awal Ansible membutuhkan 16 menit dan 18,99 detik, hasil ini menegaskan bahwa otomatisasi dengan Ansible tidak hanya mempercepat proses hardening secara keseluruhan, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan manusia dan memastikan konsistensi dalam penerapan kebijakan keamanan, terutama dalam skala besar.

Keywords: Hardening, Otomasi Ansible, SSH, Firewall, Waktu

license License

Authors who publish in this journal agree to the following rules:

  1. Authors retain copyright and give the journal the right of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
  2. Authors may enter separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with attribution to the journal's initial publication.
  3. Authors are permitted and recommended to post their work online (such as in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges as well as earlier and greater citation of published work.

Downloads

Download data is not yet available.