REPRESENTASI KARAKTERISTIK ORANG SUNDA DALAM KOMIKLIEUR

ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA KOMIKLIEUR EPISODE “MENANTI MAGRIB”, “PETOT”, DAN “ALASAN”

  • Patra Aditia universitas telkom

Abstract

Karakter lokal dalam komik Indonesia selalu berusaha dimunculkan sejak masa awal perkembangannya sejak tahun 1930-an hingga sekarang. Tidak terkecuali komik-komik yang bermunculan di media sosial instagram seperti KomikLieur yang menonjolkan karakter lokal dalam hal ini orang Sunda. Penelitian ini menggunakan metode semiotika dari Roland Barthes dengan memilih tiga komik strip dari KomikLieur yang berjudul Menanti Maghrib, Petot, dan Alasan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam tingkat denotatif, oleh KomikLieur digambarkan bahwa orang Sunda adalah orang dengan karakter tidak sabar, terlampau santai, dan kurang taat pada aturan; secara konotasi, oleh KomikLieur digambarkan bahwa orang Sunda adalah orang dengan karakter kritis, berorientasi pada waktu luang, dan punya kemampuan berkelit pada aturan; sedangkan secara mitos, KomikLieur mencoba mengonstruksikan orang Sunda sebagai orang dengan karakter jenaka, reflektif, dan kreatif.


 


Kata Kunci: Komik, Orang Sunda, Karakteristik, Semiotika, KomikLieur

Published
2018-04-17
How to Cite
ADITIA, Patra. REPRESENTASI KARAKTERISTIK ORANG SUNDA DALAM KOMIKLIEUR. Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi), [S.l.], v. 4, n. 1, p. 60-72, apr. 2018. ISSN 2442-4005. Available at: <http://journals.telkomuniversity.ac.id/liski/article/view/1195>. Date accessed: 24 may 2018.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.