Seiring dengan berkurangnya lahan terbuka di desa Lengkong karena program pengembangan kawasan perumahan, maka program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang telah dicanangkan oleh pemerintah menjadi sulit untuk diimplementasikan. Sehingga dengan program pemberdayaan wanita di desa lengkong dan optimalisasi lahan terbuka dan lahan pekarangan yng ada, terbentuklah Kelompok Wanita Tani Kreatif Permata di desa Lengkong Setelah berjalan 10 bulan, KWT Kreatif mulai dapat meningkatkan produksinya, dan mulai dapat memenuhi warga masyarakat sekitar dalam bentuk konsumsi sayur dan ikan, selain mentah juga diolah menjadi beragam produk makanan inovatif. Olahan pangan tersebut diharapkan dapat memperhatikan aspek Bergizi, Berimbang, Sehat dan Aman (B2SA). Salah satu hal mendasar selain untuk ketahanan pangan, perlu adanya olahan pangan di KWT Kreatif adalah produksi sayuran yang berlebih, dan kadang-kadang proporsinya belum seimbang. Tetapi saat ini, program tersebut belum dijalankan oleh KWT Kreatif, karena keterbatasan pengetahuan, peralatan dan pendanaan untuk menuju olahan pangan berbasis B2SA. Oleh karena itu perlu suatu metode untuk optimasi volume produksi sayurannya melalui penyusunan kalender masa tanam sayuran organik KWT Kreatif Permata.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Copyright Notice
An author who publishes in the Charity agrees to the following terms:
Read more about the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Licence here: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Information
Notice about change in the copyright policy of the journal 'Charity' : "From Vol 1, No.1 onwards the copyright of the article published in the journal 'Charity' will be retained by the author"
Privacy Statement
The names and email addresses entered in this journal site will be used exclusively for the stated purposes of this journal and will not be made available for any other purpose or to any other party.