Olahan lele merupakan sumber penghasilan yang potensial bagi masyarakat Desa Sukapura. Lele mudah didapatkan dan memiliki harga yang ekonomis. Selain itu lele juga lebih mudah diolah. Dalam pengolahan lele, ada beberapa tahap yang harus dilakukan oleh pelaku usaha agar dapat menjadi produk yang siap jual. Ikan lele yang sudah di-fillet dapat diolah menjadi produk lainnya, seperti bakso, krupuk ikan, dendeng, abon, dan lain-lain. Namun permasalahan yang dihadapi adalah waktu yang dibutuhkan untuk proses pembuatan fillet ikan lele cukup lama dan kemampuan masyarakat belum memadai, sehingga dibutuhkan upaya untuk merancangan alat bantu produksi yang efektif, efisien, dan aman. Oleh karena itu, pada kegiatan pengabdian masyarakat ini akan dilakukan perancangan mesin fillet ikan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Sukapura dalam memaksimalkan potensi yang ada dan memberikan wawasan bagi pelaku UKM mengenai efektivitas, efisiensi, produktivitas, serta keselamatan dalam melakukan proses produksi olahan lele. Metode yang dilakukan antara lain, metode observasi untuk mengetahui kebutuhan UKM makanan olahan lele, metode perancangan, metode presentasi, dan metode diskusi sebagai bentuk pendampingan dalam merintis usaha olahan produk lele.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Copyright Notice
An author who publishes in the Charity agrees to the following terms:
Read more about the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Licence here: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.
Information
Notice about change in the copyright policy of the journal 'Charity' : "From Vol 1, No.1 onwards the copyright of the article published in the journal 'Charity' will be retained by the author"
Privacy Statement
The names and email addresses entered in this journal site will be used exclusively for the stated purposes of this journal and will not be made available for any other purpose or to any other party.