Pencegahan Pornografi di Sosial Media pada Peserta Didik SMAN 6 Tangerang Selatan
Authors
| Issue | Vol. 5 No. 2 (2025) |
| Published | 31 March 2026 |
| Section | Articles |
Abstract
Kemajuan teknologi telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat pada berbagai kelompok usia. Di balik manfaatnya, teknologi juga menghadirkan risiko serius, khususnya bagi remaja yang menjadi salah satu kelompok paling rentan terhadap paparan konten pornografi melalui internet. Akses yang sangat mudah terhadap konten tersebut dapat memengaruhi perkembangan sosial dan psikologis remaja, membentuk perilaku serta persepsi mereka mengenai seksualitas secara tidak sehat. Salah satu dampak ekstrem yang dapat muncul adalah paraphilia, yaitu gangguan perilaku seksual yang mencakup frotteurisme, transvestisme, voyeurisme, eksibisionisme, fetisisme, hingga pedofilia. Media sosial turut berperan besar dalam meningkatnya risiko ini karena minimnya kontrol dan penyaringan informasi, sehingga konten tidak layak konsumsi dapat tersebar luas dan lebih mudah diakses oleh remaja tanpa batasan yang jelas. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim abdimas menyelenggarakan kegiatan edukasi mengenai bahaya pornografi dan langkah pencegahannya di SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan. Program ini bertujuan untuk membekali siswa dan siswi dengan pemahaman mengenai dampak negatif pornografi serta meningkatkan kesadaran mereka agar mampu melindungi diri dari paparan konten yang merusak perkembangan mental dan perilaku. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial sehingga tidak terjerumus dalam konsumsi konten pornografi.
Keywords: edukasi pencegahan, media sosial, pornografi, teknologi, remaja
