| Issue | Vol. 5 No. 1 (2025) |
| Release | 20 October 2025 |
| Section | Articles |
Ketahanan pangan merupakan isu penting yang menjadi program pemerintah Indonesia. Ketahanan pangan bersifat mendesak, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, populasi yang terus bertambah, serta yang tidak kalah penting adalah keterbatasan lahan pertanian. Implementasi ketahanan pangan melalui urban farming menjadi solusi inovatif dalam menghadapi keterbatasan lahan dan meningkatkan kemandirian pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengkaji pelaksanaan urban farming oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Arum Mewangi di Griya Bandung Asri 3, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Tujuannya adalah menerapkan penelitian berkaitan dengan urban farming dalam mendorong ketahanan pangan mandiri serta memberdayakan ibu-ibu dalam kegiatan pertanian perkotaan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara, dan pendampingan kelompok. Selain implementasi, tim juga memberikan pelatihan pembibitan sayuran hidroponik. Hasil kegiatan ini diharapkan urban farming tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan lokal tetapi juga memperkuat partisipasi perempuan dalam pengelolaan sumber daya pertanian. Sistem yang diimplementasikan dilengkapi dengan sensor-sensor untuk mendeteksi suhu air, suhu udara, dan kelembapan sekitar sehingga kondisi lingkungan hidroponik dapat terus termonitor. Dengan memanfaatkan lahan terbatas secara optimal, KWT Mekar Arum Mewangi berharap dapat menciptakan model ketahanan pangan berbasis komunitas yang berkelanjutan dimulai dari lingkup kecil.
Keywords: Ketahanan pangan, urban farming, kelompok wanita tani, pemberdayaan perempuan
