| Issue | Vol. 5 No. 1 (2025) |
| Release | 20 October 2025 |
| Section | Articles |
Design Thinking merupakan pendekatan inovatif yang mengedepankan empati, eksplorasi ide, serta implementasi solusi kreatif untuk menjawab tantangan kompleks. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, dan adaptif di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Indonesia saat ini memiliki potensi besar dari kelompok usia produktif remaja (10–19 tahun), yang mencakup sekitar 16,04% dari total populasi. Untuk mengoptimalkan potensi ini, dibutuhkan program pelatihan yang mampu membekali generasi Z dengan kompetensi kepemimpinan inovatif dan kemampuan pengambilan keputusan berbasis data. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Telkom University melaksanakan Program Pelatihan Design Thinking for Z Leadership melalui skema Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di RW 15, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung—wilayah dengan keterbatasan akses terhadap program pengembangan remaja. Program ini dirancang dalam bentuk lokakarya interaktif, simulasi kasus, dan pendampingan langsung untuk mendorong penerapan prinsip Design Thinking dalam kehidupan nyata dan peluang ekonomi lokal. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 50% peserta merasakan dampak positif pelatihan, terutama dalam peningkatan pola pikir inovatif dan kesiapan menghadapi tantangan era digital. Sebanyak 95,4% peserta (63,6% sangat setuju; 31,8% setuju) menyatakan harapan agar kegiatan serupa dilanjutkan dan direplikasi di komunitas remaja lain yang memiliki permasalahan serupa. Temuan ini menegaskan bahwa Design Thinking dapat menjadi model strategis dalam membentuk kepemimpinan generasi muda yang relevan, kreatif, dan berdaya saing.
Keywords: Design Thinking, Pengusaha, Leadership, Generasi Z, Pelatihan
