| Issue | Vol. 5 No. 1 (2025) |
| Release | 20 October 2025 |
| Section | Articles |
Pesantren Al-Kasyaf di Cileunyi, Kabupaten Bandung, merupakan pesantren berbasis ekosufisme yang mengintegrasikan pendidikan keislaman, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi melalui unit-unit bisnis seperti produksi sabun, tempe, pertanian organik, dan bank sampah. Meskipun telah menjalankan berbagai usaha sosial produktif, pesantren ini masih menghadapi tantangan struktural seperti tidak adanya SOP, belum terintegrasinya workflow antarunit, dan keterbatasan dalam pemasaran serta branding. Untuk menjawab tantangan tersebut, telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Transformasi Bisnis Pesantren Al-Kasyaf: Merancang dan Mengoptimalkan Proses Bisnis Berkelanjutan”. Kegiatan ini mencakup pelatihan proses bisnis, desain workflow, simulasi alur bisnis, serta pendampingan perumusan SOP bagi unit usaha. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, didukung dengan tingkat kepuasan tinggi terhadap kegiatan pelatihan. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan kesiapan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Dengan demikian, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren dapat menjadi model efektif dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas serta menciptakan ekosistem pesantren yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan zaman
Keywords: Pesantren, Proses Bisnis, SOP (Standard Operating Procedure), Workflow
