| Issue | Vol. 5 No. 2 (2025) |
| Release | 26 August 2025 |
| Section | Articles |
Produktivitas budidaya jamur tiram sangat dipengaruhi oleh kestabilan suhu dan kelembapan. Di dataran rendah, fluktuasi iklim menjadi tantangan yang berdampak pada kualitas dan kuantitas panen. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan sistem pengendalian iklim berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mengatur suhu serta kelembapan secara otomatis dan real-time. Sistem terdiri dari sensor suhu dan kelembapan, aktuator (humidifier dan kipas), serta platform monitoring berbasis web dan aplikasi. Kegiatan dilaksanakan melalui survei kebutuhan mitra, desain dan instalasi sistem, pelatihan petani, serta evaluasi fungsionalitas. Hasil implementasi menunjukkan sistem mampu menjaga suhu 26–28°C dan kelembapan 80–85%, sesuai dengan kondisi optimal pertumbuhan jamur tiram. Petani mitra mampu mengoperasikan sistem secara mandiri dan memberikan umpan balik positif. Selain meningkatkan efisiensi dan hasil produksi, sistem ini juga memperkuat literasi teknologi petani dan membuka potensi pengembangan ke sektor pertanian lain. Dengan demikian, sistem pengendalian iklim berbasis IoT terbukti menjadi solusi inovatif dalam mendukung praktik pertanian cerdas yang adaptif dan berkelanjutan.
Keywords: Internet of Things, Jamur Tiram, Sensor Kelembaban, Sensor Suhu, Kelompok Tani
