Motif Tenun Sebagai Bentuk Bahasa Rupa Dari Masyarakat Suku Mbojo di Bima Nusa Tenggara Barat
DOI:
https://doi.org/10.25124/rupa.v6i1.3727Kata Kunci:
Bahasa rupa, motif tenun, Bima Nusa Tenggara BaratAbstrak
Salah satu ciri khas Kota Bima terletak pada kerajinan tangannya yakni kain tenun yang dibuat oleh Suku Mbojo secara turun temurun. Motif motif yang sering digunakan yakni motif-motif dengan gambar bunga, daun ataupun garis-garis. Setiap motif memiliki maknanya tersendiri dan merupakan bentuk pesan yang digunakan oleh masyarakat zaman kerajaan Bima sebelum mengenal tulisan. Seiring perkembangannya waktu, makna motif-motif yang diwariskan telah mengalami pergeseran. Pergeseran tersebut ditandai dengan penenun modern yang tidak mengetahui makna tersebut. Dengan adanya fenomena tersebut, maka ilmu yang diturunkan oleh generasi sebelumnya akan terhenti pada penenun saat ini, sehingga nilai budaya yang terkandung menjadi tidak ada bahkan sukar untuk diterjemahkan. Kajian utama dalam penelitian ini yakni menganalisis motif tenun Bima, dengan menggali keempat motif utama untuk menemukan makna yang terkandung didalamnya. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif, di mana pada metode ini pengumpulan data didukung oleh studi literatur, kemudian pengamatan lapangan serta wawancara untuk mengetahui kajian motif secara keseluruhan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari metode kualitatif dilanjutkan dengan analisis secara lebih dalam menggunakan teori bentuk bahasa rupa. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan referensi kepada para penenun Suku Mbojo agar dapat mengetahui makna yang motif yang terkandung dalam tenunan Bima, dalam upaya melestarikan budaya Bima.
Unduhan
Referensi
. Putra, A. (2019). Keindahan Kain Tenun Mbojo, Cermin Budaya Khas Bima. Retrieved 18 March 2020 from Internet : https://travel.kompas.com/read/2015/06/14/111600727/Keindahan.Kain.Tenun.Mbojo.
Cermin.Budaya.Khas.Bima
. Malingi,A.(2016). Romantika Bima. online at https://alanmalingi.wordpress.com/2016/12/02/menenun-bagi-perempuan-bima/ accessed 29 April 2021
. Ismail, M. and Malingi, A., 2010. Ragam Motif Tenun Bima Dompu. 1st ed. Mataram: Mahani Persada.
. Mubin, Ilmiawan. (2016). Makna Simbol atau Motif Kain Tenun khas masyarakat daerah Bima di kelurahan Raba Dompu Kota Bima Propinsi Nusa Tenggara Barat, journal.ummat.ac.id/index.php/historis/article/download/205/173 untuk artikel jurnal motif tenun khas Bima (diakses tanggal 29 mei 2018 pukul 10.33
. Tabrani, Primadi. (2005). Bahasa Rupa. Bandung: Penerbit Kelir.
. Kartiwa, Suwati. (1996). Kain Songket Indonesia. Jakarta: Djambatan.
. Wawancara Sejarawan Bima, Ruslan Muhammad atau Alan Malingi. Di rumahnya Jl. Sadia Kota Bima pada hari Selasa 23 Juli 2019 pukul 16.27 WITA hingga selesai. Dan hari Selasa 3 November 2020 pukul 11.57 WITA hingga selesai