| Issue | Vol. 3 No. 1 (2025) |
| Release | 30 September 2025 |
| Section | Articles |
Salah satu entrepreneur atau pengusaha yang kerap kali memamerkan mobil mewah serta berlibur keliling dunia membagikan momentnya ke dalam media sosial instagram yaitu @akbarfebians yang mengakibatkan timbulnya fenomena flexing, yaitu munculnya perubahan perilaku konsumen dan gaya hidup demi konten. Flexing dapat mengakibatkan turun-nya kesehatan mental mahasiswa berupa kecemasan atau anxiety karena tidak dapat mengikuti berbagai konten yang sengaja diviralkan oleh orang lain atau seringkali disebut dengan kata FOMO (Fear of Missing Out). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan identitas diri Akbar Febian dalam konteks Flexing di media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan netnogafi melalui metode analisa elemen personal layer, enactment layer, relational layer, dan communal layer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akbar Febian sebagai influencer menggunakan strategi flexing untuk membentuk identitas glamor dan mewah agar memotivasi orang lain. Secara aksiologis, penelitian ini diharapkan Akbar Febian dapat selalu konsisten dalam membuat konten yang menjadikan dirinya individu yang memiliki inovasi, kreativitas dan keberanian untuk tampil beda di media sosial instagram.
Keywords: Instagram, influencer, konten, flexing
Authors who publish in this journal agree to the following rules:
- Authors retain copyright and give the journal the right of first publication, with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors may enter separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with attribution to the journal's initial publication.
- Authors are permitted and recommended to post their work online (such as in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges as well as earlier and greater citation of published work.
